Rabu, 25 Desember 2013
Bahan :
1. 2 bh pisang raja / kepok, kupas, iris bundar.
2. 1 btr telur ayam
3. 50 ml santan kental
4. 1 lbr daun pandan
5. 50 gr gula pasir
6. Garam secukupnya
7. 8 lembar daun pisang
8. 8 bh semat (lidi)
1. 2 bh pisang raja / kepok, kupas, iris bundar.
2. 1 btr telur ayam
3. 50 ml santan kental
4. 1 lbr daun pandan
5. 50 gr gula pasir
6. Garam secukupnya
7. 8 lembar daun pisang
8. 8 bh semat (lidi)
Cara membuat
:
1. Campur pisang iris, santan, gula pasir, garam, dan kocokan telur aduk rata.
2. Bungkus adonan tadi dengan daun pisang dan tiap bungkus di beri sepotong daun pandan
3. Kukus sampai matang kurang lebih 20 menit
4. Siap di sajikan
1. Campur pisang iris, santan, gula pasir, garam, dan kocokan telur aduk rata.
2. Bungkus adonan tadi dengan daun pisang dan tiap bungkus di beri sepotong daun pandan
3. Kukus sampai matang kurang lebih 20 menit
4. Siap di sajikan
1. Pengertian
Berita adalah laporan mengenai kejadian / peristiwa. Berita dapat di jumpai dari siaran, radio, televisi, atau dari surat kabar dan majalah.
Berita sifatnya aktual dan menyangkut hal – hal yang menarik pada umum. Isinya beragam, mungkin hal itu berkenaan dengan masalah hukum, dan kriminal, politik, keagamaan, kebudayaan, kesehatan, olah raga, maupun perkenaan dengan masalah hobby.
Berita adalah laporan mengenai kejadian / peristiwa. Berita dapat di jumpai dari siaran, radio, televisi, atau dari surat kabar dan majalah.
Berita sifatnya aktual dan menyangkut hal – hal yang menarik pada umum. Isinya beragam, mungkin hal itu berkenaan dengan masalah hukum, dan kriminal, politik, keagamaan, kebudayaan, kesehatan, olah raga, maupun perkenaan dengan masalah hobby.
2. Struktur dan unsur – unsur
Berita dalam surat kabar disajikan dengan struktur pyramida terbalik. Berita utama di simpan pada bagiann atas sebagian leat atau kepala barita, semakin kebawah sajian berita itu semakin tidak penting.
Struktur berita menyangkut poko penting (5W +1H) :
1. What => Apa => Nama peristiwa.
2. Who => Siapa => Pelaku.
3. Where => Dimana => Tempat.
4. When => Kapan => Waktu.
5. Why => Mengapa => Sebab akibat peristiwa terjadi.
6. How => Bagaimana => Proses.
Berita dalam surat kabar disajikan dengan struktur pyramida terbalik. Berita utama di simpan pada bagiann atas sebagian leat atau kepala barita, semakin kebawah sajian berita itu semakin tidak penting.
Struktur berita menyangkut poko penting (5W +1H) :
1. What => Apa => Nama peristiwa.
2. Who => Siapa => Pelaku.
3. Where => Dimana => Tempat.
4. When => Kapan => Waktu.
5. Why => Mengapa => Sebab akibat peristiwa terjadi.
6. How => Bagaimana => Proses.
Bahan :
1. 250 g daging kambing, pipih dan lembarkan
2. ¼ bh bawang bombai, cincang halus
3. 1 sdt ketumbar bubuk
4. 1 sdt jahe bubuk
5. Garam secukupnya
6. Lada hitam bubuk secukupnya
7. 1 sdm minyak sayur
1. 250 g daging kambing, pipih dan lembarkan
2. ¼ bh bawang bombai, cincang halus
3. 1 sdt ketumbar bubuk
4. 1 sdt jahe bubuk
5. Garam secukupnya
6. Lada hitam bubuk secukupnya
7. 1 sdm minyak sayur
Isi :
1. 200 g nasi
2. 1 sdt kunyit bubuk
3. ½ bh bawang bombai, cincang
4. 25g kacang kenari/ almond, cincang
5. 1 sdt campuran ketumbar bubuk, jinten bubuk, pala bubuk, cengkeh bubuk (atau beli dalam bentuk siap pakai, all seasoning)
6. garam secukupnya
7. Lada secukupnya
8. 15 g margarin
9. 2 sdm kismis
10. 1 bh cabai merah besar, iris halus
1. 200 g nasi
2. 1 sdt kunyit bubuk
3. ½ bh bawang bombai, cincang
4. 25g kacang kenari/ almond, cincang
5. 1 sdt campuran ketumbar bubuk, jinten bubuk, pala bubuk, cengkeh bubuk (atau beli dalam bentuk siap pakai, all seasoning)
6. garam secukupnya
7. Lada secukupnya
8. 15 g margarin
9. 2 sdm kismis
10. 1 bh cabai merah besar, iris halus
Cara membuat
:
1. Pipihkan daging kambing, bumbui dengan ketumbar, jahe, bawang bombai, lada, dan garam, diamkan.
2. Buat isi : panaskan mentega, tumis bawang bombai, cabai, almond dan bumbu lainnya, kemudian campur dengan nasi, tambahkan kismis dan bumbui garam serta lada. Sisihkan.
3. Ambil daging, ratakan campuran nasi pada bagian atasnya. Gulung, ikat dengan benang. Bungkus dengan alumunium foil atau daun pisang.
4. Panggang dalam oven sampai matang, dan siap untuk di sajikan.
Untuk 4 Porsi
1. Pipihkan daging kambing, bumbui dengan ketumbar, jahe, bawang bombai, lada, dan garam, diamkan.
2. Buat isi : panaskan mentega, tumis bawang bombai, cabai, almond dan bumbu lainnya, kemudian campur dengan nasi, tambahkan kismis dan bumbui garam serta lada. Sisihkan.
3. Ambil daging, ratakan campuran nasi pada bagian atasnya. Gulung, ikat dengan benang. Bungkus dengan alumunium foil atau daun pisang.
4. Panggang dalam oven sampai matang, dan siap untuk di sajikan.
Untuk 4 Porsi
Sabtu, 07 Desember 2013
1. Pengertian
Wawancara adalah kegiatan tanya jawab dengan seseorang untuk meminta keterangan atau pendapat mengenai suatu hal.
Dalam kegiatan wawancara ada yang disebut narasumbar. Biasanya yang jadi narasumber adalah orang ahli atau pakar.
Wawancara adalah kegiatan tanya jawab dengan seseorang untuk meminta keterangan atau pendapat mengenai suatu hal.
Dalam kegiatan wawancara ada yang disebut narasumbar. Biasanya yang jadi narasumber adalah orang ahli atau pakar.
2. Jenis – jenis wawancara
wawancara dapat di lakukan secara pormal dan dapat pula di lakukan dengan santai.
a. Kegiatan wawancara oleh wartawan seperti yang sering kita saksikan
merupakan bentuk wawancara pormal.
b. Dalam wawancara santai hubungan antar pewawancara dengan
narasumber berlangsung dengan akrab. Wawancara tersebut tanpak
seperti percakapan biasa.
wawancara dapat di lakukan secara pormal dan dapat pula di lakukan dengan santai.
a. Kegiatan wawancara oleh wartawan seperti yang sering kita saksikan
merupakan bentuk wawancara pormal.
b. Dalam wawancara santai hubungan antar pewawancara dengan
narasumber berlangsung dengan akrab. Wawancara tersebut tanpak
seperti percakapan biasa.
3. Tahap – tahap wawancara
secara garis besar tahap – tahap wawancara adalah sebagai berikut :
A. Tahap Persiapan
Dalam tahapan ini pewawancara mempersiapkan pertanyaan – pertanyaan yang akan di ajukan. Pertanyaan – pertanyaan itu hendaknya disusun secara berurutan sesuai dengan masalah – masalah yang hendak di tanyakan.
B. Tahap Pelaksanaan :
1. Menyampaikann salam.
2. Menalkan diri secara lengkap.
3. Mengemukakan secar a jelas maksud dari wawancara.
4. Melalui wawancara berdasarkan urutan pertanyaan yang telah di
siapkan.
5. Mencatat poko – poko wawancara.
6. Mengahiri wawancara dengan salam, dan ucapan terimakasih.
C. Tahap Penyusunan Laporan
Setelah melaksanakan wawancara kita harus merangkum dam menyampaikan hasilnya dengan bahasa yang mudah di pahami. Untuk itu, susunan lah laporan wawancara dengan lengkap, jelas dan apa adanya.
Untuk memudahkakn menulis kalimat pertanyaan gunakanlah rumus (5W + 1H) :
1. What = apa?
2. Who = siapa?
3. When = kapan?
4. Why = kenapa?
5. Where = dimana?
6. How = bagaimana?
secara garis besar tahap – tahap wawancara adalah sebagai berikut :
A. Tahap Persiapan
Dalam tahapan ini pewawancara mempersiapkan pertanyaan – pertanyaan yang akan di ajukan. Pertanyaan – pertanyaan itu hendaknya disusun secara berurutan sesuai dengan masalah – masalah yang hendak di tanyakan.
B. Tahap Pelaksanaan :
1. Menyampaikann salam.
2. Menalkan diri secara lengkap.
3. Mengemukakan secar a jelas maksud dari wawancara.
4. Melalui wawancara berdasarkan urutan pertanyaan yang telah di
siapkan.
5. Mencatat poko – poko wawancara.
6. Mengahiri wawancara dengan salam, dan ucapan terimakasih.
C. Tahap Penyusunan Laporan
Setelah melaksanakan wawancara kita harus merangkum dam menyampaikan hasilnya dengan bahasa yang mudah di pahami. Untuk itu, susunan lah laporan wawancara dengan lengkap, jelas dan apa adanya.
Untuk memudahkakn menulis kalimat pertanyaan gunakanlah rumus (5W + 1H) :
1. What = apa?
2. Who = siapa?
3. When = kapan?
4. Why = kenapa?
5. Where = dimana?
6. How = bagaimana?
·
Biografi adalah riwayat hidup seseorang yang di tulis oleh lain.
_ Hal – hal yang perlu di perhatikan ketika membaca buku biografi adalah sebagai berikut :
1. Membaca biografi tokoh tersebut dengan seksama.
2. Menyarikan riwayat hidup tokoh
3. Menyimpulkan keistimewaan tokoh
4. Mengungkapkan hal – hal yang dapat di teladani
Biografi adalah riwayat hidup seseorang yang di tulis oleh lain.
_ Hal – hal yang perlu di perhatikan ketika membaca buku biografi adalah sebagai berikut :
1. Membaca biografi tokoh tersebut dengan seksama.
2. Menyarikan riwayat hidup tokoh
3. Menyimpulkan keistimewaan tokoh
4. Mengungkapkan hal – hal yang dapat di teladani
Contohnya :
1. Kisah Hidup Penulis Dunia
1. Kisah Hidup Penulis Dunia
Kahlil
Gibran lahir pada tanggal 6 Januari 1883 di Beshari, Lebanon. Beshari
sendiri merupakan daerah yang kerap disinggahi badai, gempa serta petir. Tak
heran bila sejak kecil, mata Gibran sudah terbiasa menangkap fenomena-fenomena
alam tersebut. Inilah yang nantinya banyak mempengaruhi tulisan-tulisannya
tentang alam.
Pada usia 10 tahun, bersama ibu dan kedua adik
perempuannya, Gibran pindah ke Boston, Amerika Serikat. Tak heran bila kemudian
Gibran kecil mengalami kejutan budaya, seperti yang banyak dialami oleh para
imigran lain yang berhamburan datang ke Amerika Serikat pada akhir abad ke-19.
Keceriaan Gibran di Bangku sekolah umum di Boston, diisi dengan masa
akulturasinya maka bahasa dan gayanya dibentuk oleh corak kehidupan Amerika.
Namun, proses Amerikanisasi Gibran hanya berlangsung selama tiga tahun karena
setelah itu dia kembali ke Bairut, di mana dia belajar di Madrasah Al-Hikmat
(School of Wisdom) sejak tahun 1898 sampai 1901.
Selama awal masa remaja, visinya
tentang tanah kelahiran dan masa depannya mulai terbentuk. Tirani kerajaan
Ottoman, sifat munafik Organisasi gereja, dan peran kaum wanita Asia Barat yang
sekadar sebagai pengabdi, mengilhami cara pandangnya yang kemudian dituangkan
ke dalam karya-karyanya yang berbahasa Arab.
Gibran meninggalkan tanah airnya
lagi saat ia berusia 19 tahun, namun ingatannya tak pernah bisa lepas dari
Lebanon. Lebanon sudah menjadi inspirasinya. Di Boston dia menulis tentang
negerinya itu untuk mengekspresikan dirinya. Ini yang kemudian justru
memberinya kebebasan untuk menggabungkan 2 pengalaman budayanya yang berbeda
menjadi satu.
Gibran menulis drama pertamanya di
Paris dari tahun 1901 hingga 1902. Tatkala itu usianya menginjak 20 tahun.
Karya pertamanya, "Spirits Rebellious" ditulis di Boston dan
diterbitkan di New York, yang berisi empat cerita kontemporer sebagai sindiran
keras yang meyerang orang-orang korup yang dilihatnya. Akibatnya, Gibran
menerima hukuman berupa pengucilan dari gereja Maronite. Akan tetapi,
sindiran-sindiran Gibran itu tiba-tiba dianggap sebagai harapan dan suara
pembebasan bagi kaum tertindas di Asia Barat.
Masa-masa pembentukan diri selama
di Paris cerai-berai ketika Gibran menerima kabar dari Konsulat Jendral Turki,
bahwa sebuah tragedi telah menghancurkan keluarganya. Adik perempuannya yang
paling muda berumur 15 tahun, Sultana, meninggal karena TBC.
Gibran segera kembali ke Boston. Kakaknya,
Peter, seorang pelayan toko yang menjadi tumpuan hidup saudara-saudara dan
ibunya juga meninggal karena TBC. Ibu yang memuja dan dipujanya, Kamilah, juga
telah meninggal dunia karena tumor ganas. Hanya adiknya, Marianna, yang masih
tersisa, dan ia dihantui trauma penyakit dan kemiskinan keluarganya. Kematian
anggota keluarga yang sangat dicintainya itu terjadi antara bulan Maret dan
Juni tahun 1903. Gibran dan adiknya lantas harus menyangga sebuah keluarga yang
tidak lengkap ini dan berusaha keras untuk menjaga kelangsungan hidupnya.
Di tahun-tahun awal kehidupan
mereka berdua, Marianna membiayai penerbitan karya-karya Gibran dengan biaya
yang diperoleh dari hasil menjahit di Miss Teahan's Gowns. Berkat kerja keras
adiknya itu, Gibran dapat meneruskan karier keseniman dan kesasteraannya yang
masih awal.
Pada tahun 1908 Gibran singgah di Paris lagi.
Di sini dia hidup senang karena secara rutin menerima cukup uang dari Mary
Haskell, seorang wanita kepala sekolah yang berusia 10 tahun lebih tua namun
dikenal memiliki hubungan khusus dengannya sejak masih tinggal di Boston. Dari
tahun 1909 sampai 1910, dia belajar di School of Beaux Arts dan Julian Academy.
Kembali ke Boston, Gibran mendirikan sebuah studio di West Cedar Street di
bagian kota Beacon Hill. Ia juga mengambil alih pembiayaan keluarganya.
Pada tahun 1911 Gibran pindah ke kota New
York. Di New York Gibran bekerja di Apartemen studionya di 51 West Tenth
Street, sebuah bangunan yang sengaja didirikan untuk tempat ia melukis dan
menulis.
Sebelum tahun 1912 "Broken
Wings" telah diterbitkan dalam Bahasa Arab. Buku ini bercerita tentang
cinta Selma Karami kepada seorang muridnya. Namun, Selma terpaksa menjadi
tunangan kemenakannya sendiri sebelum akhirnya menikah dengan suami yang merupakan
seorang uskup yang oportunis. Karya Gibran ini sering dianggap sebagai
otobiografinya.
Pengaruh "Broken Wings"
terasa sangat besar di dunia Arab karena di sini untuk pertama kalinya
wanita-wanita Arab yang dinomorduakan mempunyai kesempatan untuk berbicara
bahwa mereka adalah istri yang memiliki hak untuk memprotes struktur kekuasaan
yang diatur dalam perkawinan. Cetakan pertama "Broken Wings" ini
dipersembahkan untuk Mary Haskell.
Gibran sangat produktif dan hidupnya mengalami
banyak perbedaan pada tahun-tahun berikutnya. Selain menulis dalam bahasa Arab,
dia juga terus menyempurnakan penguasaan bahasa Inggrisnya dan mengembangkan
kesenimanannya. Ketika terjadi perang besar di Lebanon, Gibran menjadi seorang
pengamat dari kalangan nonpemerintah bagi masyarakat Syria yang tinggal di
Amerika.
Ketika Gibran dewasa, pandangannya mengenai dunia Timur meredup. Pierre
Loti, seorang novelis Perancis, yang sangat terpikat dengan dunia Timur pernah
berkata pada Gibran, kalau hal ini sangat mengenaskan! Disadari atau tidak,
Gibran memang telah belajar untuk mengagumi kehebatan Barat.
Sebelum tahun 1918, Gibran sudah siap
meluncurkan karya pertamanya dalam bahasa Inggris, "The Madman",
"His Parables and Poems". Persahabatan yang erat antara Mary tergambar
dalam "The Madman". Setelah "The Madman", buku Gibran yang
berbahasa Inggris adalah "Twenty Drawing", 1919; "The
Forerunne", 1920; dan "Sang Nabi" pada tahun 1923, karya-karya
itu adalah suatu cara agar dirinya memahami dunia sebagai orang dewasa dan sebagai
seorang siswa sekolah di Lebanon, ditulis dalam bahasa Arab, namun tidak
dipublikasikan dan kemudian dikembangkan lagi untuk ditulis ulang dalam bahasa
Inggris pada tahun 1918-1922.
Sebelum terbitnya "Sang
Nabi", hubungan dekat antara Mary dan Gibran mulai tidak jelas. Mary
dilamar Florance Minis, seorang pengusaha kaya dari Georgia. Ia menawarkan pada
Mary sebuah kehidupan mewah dan mendesaknya agar melepaskan tanggung jawab
pendidikannya. Walau hubungan Mary dan Gibran pada mulanya diwarnai dengan
berbagai pertimbangan dan diskusi mengenai kemungkinan pernikahan mereka, namun
pada dasarnya prinsip-prinsip Mary selama ini banyak yang berbeda dengan
Gibran. Ketidaksabaran mereka dalam membina hubungan dekat dan penolakan mereka
terhadap ikatan perkawinan dengan jelas telah merasuk ke dalam hubungan
tersebut. Akhirnya Mary menerima Florance Minis.
Pada tahun 1920 Gibran mendirikan sebuah
Asosiasi penulis Arab yang dinamakan Arrabithah Al Alamia (Ikatan Penulis).
Tujuan ikatan ini merombak kesusastraan Arab yang stagnan. Seiring dengan
naiknya reputasi Gibran, ia memiliki banyak pengagum. Salah satunya adalah
Barbara Young. Ia mengenal Gibran setelah membaca "Sang Nabi".
Barbara Young sendiri merupakan pemilik sebuah toko buku yang sebelumnya
menjadi guru bahasa Inggris. Selama 8 tahun tinggal di New York, Barbara Young
ikut aktif dalam kegiatan studio Gibran.
Gibran menyelesaikan "Sand and Foam"
tahun 1926, dan "Jesus the Son of Man" pada tahun 1928. Ia juga
membacakan naskah drama tulisannya, "Lazarus" pada tanggal 6 Januari
1929. Setelah itu Gibran menyelesaikan "The Earth Gods" pada tahun
1931. Karyanya yang lain "The Wanderer", yang selama ini ada di
tangan Mary, diterbitkan tanpa nama pada tahun 1932, setelah kematiannya. Juga
tulisannya yang lain "The Garden of the Propeth".
Pada tanggal 10 April 1931 jam 11.00 malam,
Gibran meninggal dunia. Tubuhnya memang telah lama digerogoti sirosis hati dan
TBC, tapi selama ini ia menolak untuk dirawat di rumah sakit. Pada pagi hari
terakhir itu, dia dibawa ke St. Vincent's Hospital di Greenwich Village.
Hari berikutnya Marianna mengirim telegram ke
Mary di Savannah untuk mengabarkan kematian penyair ini. Meskipun harus merawat
suaminya yang saat itu juga menderita sakit, Mary tetap menyempatkan diri untuk
melayat Gibran.
Jenazah Gibran kemudian dikebumikan tanggal 21
Agustus di Ma Sarkis, sebuah biara Carmelite di mana Gibran pernah melakukan
ibadah.
Sepeninggal Gibran, Barbara Younglah yang
mengetahui seluk-beluk studio, warisan dan tanah peninggalan Gibran. Juga
secarik Kertas yang bertuliskan, "Di dalam hatiku masih ada sedikit
keinginan untuk membantu dunia Timur, karena ia telah banyak sekali
membantuku."
Bahan dirangkum dari:
Buku : 10 Kisah Hidup Penulis Dunia
Judul : Khalil Gibran
Editor : Anton WP dan Yudhi Herwibowo
Penerbit : Katta Solo, 2005
Halaman : 63 - 70
;;
Subscribe to:
Postingan (Atom)



