Jumat, 08 November 2013

MAJAS



  • A.Pengertian majas
             Majas (figurantif languange) adalah bahsa kias, bahasa yang di pergunakan untuk menciptakan efek tertentu.
           Dalam pembendaharaan bahasa indonesia, di kenal berbagai jenis majas perbandingan, pertentangan, pertautan, dan perulangan.

    B. Macam macam majas
  1. Majas perbandingan
            Majas perbandingan meliputi personifikasi, asosiasi, meta pora, dan alegori.
A. Personifikasi adalah majas menbanding bandingkan benda – benda tidak bernyawa seolah – olah memiliki sifat seperti manusia.
    contoh : Badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk.
B. Asosiasi adalah perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berada sengaja di anggap sama. Majas ini di tandai oleh penggunaan kata bagai,bagaikan, umpama, seperti :
    contoh : Wajahnya bagai bulan purnama.
                 Semangatnya keras bagaikan baja.
C. Meta pora adalah majas perbandingan yang di ungkapkan secara singkat dan padat.
    contoh : Perpustakaan adalah gudangnya ilmu.
                 Raja siang keluar dari  upuk timur.
D. Alegro adalah majas perbandingan yang bertautan satu dengan yang lainnya dalam kesatuan yang utuh.
     contoh : Hati – hatilah kamu mendayung bahtera rumah tangga,
                  mengarungi lautan kehidupan yang penuh dengan badai dan
                  gelombang.
2. Majas pertentangan
                Majas pertentangan antara lain meliputi hiperbola, litotes, ironi, sinisme, oksimoron.
A. Hiperbola adalah majas yang mengandung pernyataan yang berlebih – lebihan dengan maksud untuk memperhebat, meningkatkan kesan dan pengaruh.
     contoh : saya terkejut setengah mati mendengar pernyataannya.
B. Litotes adalah mejas yang di tunjukan untuk mengurangi atau ngenngecil – ngecilkan kenyataan sebenernya. Tujuannya, untuk merendahkan diri.
     contoh : Terimalah bingkisanku yang tidak berarti ini.
                  Gajiku tak seberapa hanya untuk makan anak dan istrik.
C. Ironi adalah majas yang menyatakan makna bertentangan dengan maksud untuk menyindir atau memperolok – olok.
     contoh : Bagus sekali rapotmu Rifki banyak angka merahnya.
                  Rajin sekali kamu lima hari tidak masuk sekolah.
D. Sinisme adalah majas yang menyatakan sindiran secara langsung.
     contoh : Bisa – bisa aku jadi gila melihat kelakuanmu itu.
                  Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, kata – kata itu tidak
                  pantas di sampaikan orang terpelajar seperti kamu.
E. Oksimoron adalah majas yang antar bagian – bagiannya menyatakan sesuatu yang bertentangan.
     contoh : Yang tetap dalam dunia ini adalah perubahan.

0 Comments:

Post a Comment



By :
Free Blog Templates